You are here: Home » PRINTER DTG » Tinta DTG » 7 Masalah Cetak Kaos DTG Tinta White Ink Duppont Terlihat Kurang Pekat

7 Masalah Cetak Kaos DTG Tinta White Ink Duppont Terlihat Kurang Pekat

April 2, 2018 |

7 Masalah Cetak Kaos DTG Tinta (Putih) White Ink Duppont Terlihat Kurang Pekat

Bagi pemula cetak kaos DTG pasti akan menagalami kegagalan dalam proses cetak kaosnya, entah itu file desain gambar yang dicetak breset, tinta kurang pekat dan banyak lagi yang lainnya. Namun perlu diketahui bahwa masalah yang paling sering terjadi ketika proses sablon kaos yaitu, tinta putihnya tidak keluar secara maksimal. Dan muncullah pertanyaan yakni  “ Saya menggunakan tinta white ink duppont untuk cetak kaos , tapi hasil tinta putihnya kok kurang cerah yah , kenapa ? “ .

Memang , tinta white duppont salah satu tinta yang rekomended untuk digunakan oleh para jasa sablon kaos DTG karena kualitas nya yang bagus harga tinta white duppont pun terjangkau, tapi bukan berarti hasil cetak kaos tinta putih terlihat tipis / sama-sama karena tinta white ink duppontnya yah, bisa jadi ada masalah dengan settingan / pada sparepart printer DTG . Maka dari itu, beberapa masalah yang terjadi yaitu :

1.  Tinta White ink Duppont Belum Dikocok secara Merata

Tinta white ink  duppont / tinta putih itu sangat rawan sekali. Pengguna harus sering untuk mengkocok tinta white ink duppont jika ingin hasil sablon kaos tinta putihnya terlihat pekat. Caranya hanya dengan kocok tinta yang telah terisi di botol tinta, cartridge, tabung infus selama ± 1 menit agar larutan pigment putih dalam tinta white ink duppont tercampur rata dan tidak ada gumpalan / endapan tinta.

2. Proses Treatment Kaos Kurang Merata dan Kurang Kering

Jika dasaran untuk treatment kaos tidak rata, ini juga berakibat pada hasil sablon kaos dasar tinta putih tidak bisa maksimal. Maka pengguna harus mengerti tahapan proses treatment kaos secara benar. Anda bisa menggunakan compressor mini spray untuk menyemprotkan cairan treatment pada kaos agar merata, lakukan dua kali tahapan:

  • Semprot treatment tipis merata dan gosok dengan spons
  • Ulangi kembali, dengan menyemprotkan cairan treatment secara rata dan gosok dengan spons
  • Press kaos 30 detik dengan suhu 160 derajat celcius
  • Tunggu beberapa menit supaya agak kering supaya tinta tidak meresap ke kaos

3. Kualitas Kaos Polos Kurang Bagus

Saat anda menggunakan printer DTG untuk cetak kaos, gunakan bahan kaos yang bisa disablon menggunakan mesin sablon tersebut. Printer DTG hanya bisa sablon kaos berbahan katun. Selain itu, hasil kurang bagus. Lebih baik, gunakan kaos polos bahan katun combed, katun carded, katun bamboo, katun jepang yang sudah terbukti kualitas dan bahannya cocok sekali digunakan untuk sablon kaos DTG.

4. Tinta White Ink Duppont Tidak Keluar Lancar Dari Printhead

Jika proses treatment, press kaos, dan pemilihan bahan kaos sudah benar, tapi tinta putihnya tidak bisa keluar maksimal, bisa jadi adanya tinta yang menempel di permukaan bawah printhead sehingga anda harus melakukan upaya dengan head clenaning dan nozzle check sebelum memulai proses cetak kaos

5. Settingan Software acroRIP Tinta putih kurang benar

Perlu diperhatikan jika anda adalah pemula printer DTG dan usia printer DTG yang anda miliki masih baru anda bisa menggunakan settingan menu white pada software acroRIP sebagai berikut :

  • Setting white gradiant positife 140 ( 160 untuk DTG yang sudah berumur )
  • Setting colour 80
  • Pakai resolusi white 1440 x 1440 dbi dan resolusi colour 1440 x 1440 dbi
  • Pilih dot tipe print ( karena ini wajib ) dan pakai yang lats dotnya

6. Capping Station Macet

Capping ini tempat berhentinya printhead, jika tidak dibersihkan secara rutin bisa menyebabkan banyak kotoran tinta yang menumpuk dibagian tersebut, sehingga membuat tinta white ink duppont / tinta putih juga tidak bisa keluar secara lancar. Solusinya periksa dulu apakah pada saat perintah head cleaning, capping station bisa menyedot tinta dengan lancar dan tinta pembuangan bisa keluar secara lancar ke botol pembuangan atau tidak. Jika tidak mengatasinya berikan cairan cleaner sebanyak 2-4 tetes sesaat sebelum printer dimatikan.

7. Printhead Buntu

Jika printhead tersisi tinta putih / tinta white ink duppont dalam waktu yang  lama lebih dari 8 jam, itu bisa membuat printhead mampet karena tinta putih itu mudah sekali kering, mengendap, dan menggumpal. Berhati-hatilah dan lebih sering untuk kocok tinta putih tersebut, solusi untuk mengatasinya anda harus melakukan head cleaning dan noozle check serta berikan cairan cleaner supaya lancar kembali.

Semoga informasi tersebut bermanfaat bgai pembaca, dan selamat mencoba.

Comments are closed.